Webinar Inspirasi Ilmuwan Riset Material dan Mobil Listrik

Seri kedua webinar Inspirasi Ilmuwan yang diadakan pada Kamis 4 Juli 2020 mengangkat tema “Riset Material dan Mobil Listrik” dengan mengundang dua pakar yaitu Dr. Eng. Agus Haryono ( Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI dan Plt Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI) dan Prof. Dr-Eng.Eniya Listiani Dewi, B.Eng,M.Eng ( Deputi Teknologi Industri Energi dan Material BPPT).

Starategi Membangun Budaya Riset

Sesi pertama Dr. Eng. Agus Haryono memaparkan mengenai strategi membangun budaya riset di lndonesia. Konsep yang dibahas ini dinamai konsep ABCDE yaitu Amati, Belajar, Cari Kolaborasi, Dengar dan Diskusi, dan Evaluasi.

Dengan mengamati kondisi sekitar kadang kita akan menemukan masalah yang memerlukan solusinya. Hal ini akan suatu peluang bagi kita dalam menuangkan ide atas solusi tersebut.

Pandemi global Covid-19 yang terjadi membuat setiap litbang melakukan inovasi. Seperti yang dilakukan oleh LIPI berupa pengembangan obat herbal anti viral COVID-19, pengembangan minuman kesehatan berbasis buah jambu merah melalui penerapan optimasi fermentasi dalam meningkatkan                                                    daya tahan tubuh, dsb.

Kita harus mengikuti perkembangan ilmu terkini dari journal, study literature dan konferensi. Melalui berbagai media tersebut, kita bisa mencari ide dan sharing yang bisa kita lakukan di laboratorium.

Selain itu untuk mendukung kegiatan riset diperlukan juga kolaborasi yang bersifat global, sehingga kita bisa menemukan orang  dan stake holder yang  tepat dalam memahami isu tertentu serta memberikan penilian evaluasi hasil riset. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki kapasitas riset yang kita lakukan agar bisa bersaing.

Upaya BPPT Membangun Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) & Charging Station (CS)

Pada sesi ke dua Prof. Dr-Eng.Eniya Listiani Dewi, B.Eng,M.Eng memaparkan mengenai konsep kendaraan bermotor listrik (KBL). Jakarta sebagai ibu kota negara menjadi salah satu kota dengan tingkat polusi yang tinggi. Untuk menekan tingkat polusi terutama dari kendaraan bermotor, pemerintah  melalui Perpres No.55 Th 2019 mencanangkan percepatan program kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Hal ini merupakan kesempatan untuk berkembangnya industri otomotif dalam negeri hingga  menghasilkan merek nasional.

Tantangan mobil nasional di Indonesia harus dijawab dengan membangun ekosistem inovasi industri teknologi KBL yang kondusif serta mampu memberikan dukungan terhadap kemandirian dan daya saing bangsa.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi KBL di Indonesia seperti kemampuan memproduksi, pengembangan teknologi motor traksi, teknologi baterai, dan ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

BPPT sebagai lembaga riset memiliki peranan dalam membentuk ekosistem industri charging station melalui pemilahan teknologi serta transfer teknoloi dan inovasi. Saat ini BPPT telah meresmikan fast charging station di Thamrin dan Serpong, berkerjasama dengan berbagai stakeholder untuk memperluas pada lokasi potensial di Jabodetabek serta membangun ekosistem yang kondusif untuk mendukung keberhasilan transisi penggunaan transportasi darat ke KBL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *