Teknologi Implan Otak untuk Kembalikan Gerak dan Indra Peraba Penyandang Lumpuh

Teknologi Implan Otak untuk Kembalikan Gerak dan Indra Peraba Penyandang Lumpuh

Ilustrasi (Jesse Orrico / Unsplash)

Sebuah penelitian dilakukan untuk membantu orang yang menjadi difabel akibat kecelakaan. Ian Burkhart (28) hampir lumpuh total setelah mendapatkan cedera akibat kecelakaan pada tahun 2010. Ian Burkhart merupakan salah satu pasian pertama yang menunjukan harapan untuk sembuh.

Penelitian yang sedang dilakukan pada akhirnya menemukan teknologi yang menggunakan sistem baru berupa penggabungan implant otak dengan perangkat lunak. Teknologi ini berfungsi membaca sinyal untuk memulihkan gerakan dan indera peraba.

Seperti yang dilaporkan Syfy Wire melansir dari New York Post, kemajuan Burkhart merupakan subyek dari makalah baru yang diterbitkan di Jurnal Cell, Amerika Serikat. Dengan ditemukannya teknologi baru ini mengubah cara dokter dalam menangani pasien yang lumpuh.

Cedera tulang belakang yang dialami oleh seseorang bisa mematikan fungsi motoric dan input sensorik pada anggota tubuh yang terkena. Para peneliti di Battelle Memorial Institute mengembangkan suatu jenis sistem baru, hal ini dilakukan untuk menangani kasus-kasus stragis seperti ini dimulai dengan cara implant otak.

“Sistem ini bekerja dengan menangkap sinyal yang sangat ringan yang masih bertahan di antara otak dan otot-otot yang lumpuh bahkan setelah cedera traumatis,” dikutip New York Post.

Sementara itu,sinyal sensorik yang kuat dan mudah dideteksi terputus ketika seseorang mengalami kelumpuhan, beberapa sinyal yang jauh lebih ringan yang memfasilitasi indra peraba masih bisa berfungsi.

Menguatkan Sinyal Lemah di Otak

Dengan diterapkannya teknik baru ini, para peneliti pun pada akhirnya menguatkan sinyal-sinyal samar itu sehingga mereka dapat ditangkap oleh otak. Sistem tersebut pun menangkap aktivitas sinyal melalui implan otak dan bertindak sebagai perantara untuk menerjemahkan sinyal menjadi impuls yang dialihkan kelengan pasien melalui serangkaian pita.

Sederhananya, sinyal yang diterima dan dikirim dari otak Burkhart mendapat beberapa pemrosesan komputer ekstra di sepanjang jalan, menghasilkan loop tertutup dimana pasien bisa bergerak dan merasakan tubuhnya kembali.

Para peneliti Senior Research Scientist Gaurav Sharma mengatakan bahwa perubahan itu sangat dramatis sehingga pasien dapat memainkan permainan yang bergantung pada ketangkasan seperti Guitar Hero.

Tantangan saat ini bagi para peneliti adalah untuk lebih menyempurnakan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan. Sehingga tujuan akhirnya, dapat mengembalikan seseorang yang lumpuh ke gaya hidup lebih normal.

Sumber : liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *