Indonesia sebagai salah satu negara berkembang membutuhkan banyak referensi dalam pembangunan. Tak telebih juga dalam pengembangan sektor penelitian yang berbasis nanoteknologi. Untuk menjawab hal tersebut salah satunya Kementrian Perindustrian bersama Kedutaan Besar Iran yang diwakili oleh Valiollah Mohammadi Nasr-Abadi mengadakan talkshow dan inisiasi bisnis antar kedua negara pada 29 Agustus 2017 bertempat di Ruang Garuda gedung Kemenperin Lt. 2.

Acara dimulai pukul 09.00 dengan pembukanaan dari Perwakilan Kementerian Perindustrian dan dilanjutkan dengan pembukaan dari perwakilan Iran Nanotechnology Initiative Council (INIC).

Dalam sesi utama acara yaitu sesi talkshow mengangkat tema The Prospect and Outlook of Nanotechnology Industrial Development and Cooperation dihadiri oleh para pelaku dunisa usaha, aparatur pemerintahan, akademisi dunia pendidikan, serta perwakilan negara mitra.

Ada 5 sesi dalam talkshow ini yang membahas point-point yang sangat fundamental.

Prof.Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng selaku Kepala Pusat Inovasi LIPI dan Dewan Penasehat Masyarakat Nano Indonesia (MNI) memaparkan  keuntungan dan peluang aplikasi nanoteknologi di Indonesia dan bagaimana cara-cara unutk melakukan  komersialisasai nanoteknologi di Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) memaparakan bagimana implementasi terbaru dan roadmap untuk industrisasi nanoteknologi, membangun konsep penelitian nano terpadu, dan regulasi untuk  pertumbuhan nanoteknologi di Indonesia.

Dirjen Risbang Kemenristekdikti membahas mengenai potensi kolaborasi riset, serta bagaimana cara penguatan penelitian nanoteknologi di tingkat universitas Indonesia.

Ketua Kadin Indonesia Komite Timur Tengah OKI memaparkan konsep adopsi nanoteknologi untuk produk komersial dalam prospektif bisnis, serta peluang dan tantangan dalam membangun kerjasama dengan Iran.

Iran Nanotechnology Initiative Council  Industi dan Kerjasama yang diwakili oleh Saeid Sarkar menyampaikan tingkat pertumbuhan dan perkembangan nanoteknologi di Iran, bagimana mereka membangun sinergi antara kelompok peneliti  dan industri  dalam bidang nanoteknologi, serta penting ya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nanoteknologi

Acara dilanjutkan dengan makan siang dan setiap peserta acara berkesempatan mengunjugi booth dari peserta INIC  ada 12 perusahaan berbasis nanoteknologi dari Iran yang dihadirkan dari berbagai bidang usaha dan para peserta pun sekalian melakukan inisiasi bisnis dan kerjasama dalam pengembangan dan pemasaran produk berbasis nanoteknologi.

Dengan adanya acara ini diharapkan kita bisa belajar banyak dari Iran bagaimana usaha mereka dalam mengembangkan dan membangun nanoteknolgi menjadi salah satu pilar perekonomian dan pendidikan yang akan mendorong kemandirian bangsa.