Para ilmuwan sudah menemukan alat yang bisa digunakan untuk mengurangikan genom manusia. Dengan begitu, kesempatan penggunaan gen dalam pengobatan rutin menjadi sangat mungkin terjadi.

Genom merupakan keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme, atau khususnya keseluruhan asam nukleat yang memuat informasi tersebut. Genom sendiri berbeda dengan gen dan DNA. Gen merupakan bagian kromosom atau salah satu kesatuan kimia (DNA) dalam kromosom, yaitu dalam lokus yang mengendalikan ciri genetis suatu makhluk hidup. Kemudian, DNA merupakan suatu asam nukleat yang menyimpan segala informasi biologis yang unik dari setiap makhluk hidup dan beberapa virus.

Penelitian tentang genom manusia pertama kali pada 1990. Khusus penelitian bertajuk The Human Genome Project telah berjalan selama 13 tahun dan dilaksanakan di beragam labortorium dunia dan telah menghabiskan ratusan juta dolar.

“Kita telah melalui situasi di mana kamu tidak lagi menghabiskan uang untuk penelitian laboratorium. Tapi, kini kampu sudah bisa mengetahui genom dengan detail di sakunya seperti ponsel,” kata Prof Nicholas Loman, salah satu peneliti Universitas Birmingham, Inggris.

“Itu memberikan kesempatan menakjubkan untuk memiliki penguraian genom sebagai alat yang rutin, dan mungkin orang bisa memilikinya di rumahmu,” paparny.

Teknologi penguaraian genom bisa mengubah bagaimana cara kita berobat. Dengan begitu, nantinya bisa dikembangkan alat pengurangi DNA kanker untuk memperoleh solusi terbaik dalam perawatan kesehatan. Alat itu bisa menginspeksi gen kode bakteri di mana tren resistensi antibiotik meningkat. Loman juga telah menggunakan alat tersebut untuk melacak penyebaran Ebola di Afrika Barat.

Diungkapkan Prof Matthew Loose dari Universitas Nottingham, teknologi nano untuk menganalisis genom memang belum ada sebelumnya. Kemudian, Dr Sobia Raza, kepala penelitian PHG Foundation, mengatakan, kemampuan untuk mendeteksi genom dengan cepat dan murah bisa ditingkatkan.(health.akurat.co/id)