Getty Images

Sebuah tim penelitian yang dipimpin para ilmuan di Univeritas Rutgers berhasil mengembangkan alat untuk memantau mutasi virus influenza tipe A secara real time. Alat ini dapat membantu ahli virologi belajar bagaimana menghentikan replikasi virus. Perangkat berbasis nanopartikel emas ini mampu mengukur RNA virus dalam sel influenza A secara langsung.

Temuan ini sendiri dilaporkan dalam Journal of Physical Chemistry C. Ini adalah pertama kalinya dalam bidang virologi bahwa para ahli telah menggunakan alat pencitraan berbasis nanopartikel emas untuk memantau mutasi pada influenza dengan kemampuan sensitivitas yang tak tertandingi.

“Penyelidikan kami akan memberikan wawasan penting tentang fitur seluler yang memimpin sel untuk menghasilkan jumlah virus yang sangat tinggi dan pada kondisi yang memungkinkan untuk menghentikan replikasi virus,” kata penulis senior, Laura Fabris. Ia seorang profesor di Departemen Ilmu Material dan Teknik di School of Engineering di Rutgers University-New Brunswick.

Infeksi virus adalah penyebab utama penyakit dan kematian. Virus korona yang baru, misalnya. Menurut laporan WHO, virus ini telah menyebabkan lebih dari 24.000 kasus yang sudah dikonfirmasi secara global, termasuk lebih dari 3.200 kasus parah dan hampir 500 kematian pada 5 Februari lalu.

Influenza A, virus yang sangat menular yang muncul setiap tahun dan cukup memprihatinkan karena efektivitas vaksinnya yang tidak dapat diprediksi. Influenza A bermutasi dengan cepat, tumbuh kebal terhadap obat-obatan dan vaksin saat ia bereplikasi.

Studi baru menyoroti alat baru yang menjanjikan untuk ahli virus untuk mempelajari perilaku influenza A, serta virus RNA lainnya, dalam sel inang dan untuk mengidentifikasi kondisi eksternal atau sifat sel yang mempengaruhi mereka.

Sampai sekarang, mempelajari mutasi dalam sel mengharuskan mereka untuk mengekstraksi isinya. Alat baru memungkinkan analisis tanpa membunuh sel, memungkinkan para peneliti untuk mendapatkan snapshot replikasi virus saat itu terjadi. Langkah selanjutnya termasuk mempelajari beberapa segmen RNA virus dan memantau virus influenza A pada hewan(koran-jakarta.com)