Ilmuwan berpendapat, untuk mencapai bobot kendaraan listrik dan pesawat yang lebih ringan dapat dicapai dengan menyimpan energi dalam panel-panel bodi struktural.

Meningkatnya popu­laritas kendaraan listrik dan pesawat terbang menghadirkan kemungkinan untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi masa depan yang lebih berkelanjutan. Hanya saja, implementasinya tidak semudah itu.

Kemajuan teknologi yang signi­fikan memang secara dramatis me­ningkatkan efisiensi jenis kendaraan ini. Hanya saja masih ada beberapa masalah yang menghalangi adopsi kendaraan listrik ini secara luas.

Salah satu tantangan terpen­ting terkait dengan massa, terutama terkait dengan baterai kendaraan. Sebuah tim peneliti dari Texas A&M University College of Engineer­ing memiliki pendekatan masalah massa atau bobot ini dari sudut yang unik.

Sebagian besar penelitian yang bertujuan untuk menurunkan massa kendaraan listrik telah difokuskan pada peningkatan kepadatan energi. Sehingga mengurangi berat baterai atau superkapasitor itu sendiri.

Namun, sebuah tim yang dipim­pin oleh Dr. Jodie Lutkenhaus, pro­fesor di Departemen Teknik Kimia Artie McFerrin, percaya bahwa kendaraan listrik dan pesawat yang lebih ringan dapat dicapai dengan menyimpan energi dalam panel-panel bodi struktural.

Pendekatan ini menghadirkan serangkaian tantangan teknisnya sendiri. Hal ini dikarenakan membu­tuhkan pengembangan baterai dan super kapasitor dengan sifat meka­nik yang sama dengan panel bodi struktural. Secara khusus, baterai dan elektroda superkapasitor sering dibentuk dengan bahan yang rapuh dan tidak kuat secara mekanis.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Matter, tim peneliti menggambarkan proses mencip­takan elektroda super baru yang secara drastis meningkatkan sifat mekanik. Dalam karya ini, tim pene­liti mampu membuat elektroda yang sangat kuat dan kaku berdasarkan graphene difungsikan dopamin dan nanofibers Kevlar.

Dopamin, yang juga merupakan neurotransmitter, adalah molekul berperekat tinggi yang meniru protein yang memungkinkan kerang menempel di hampir semua per­mukaan. Penggunaan ion dopamin dan kalsium menyebabkan pening­katan yang signifikan dalam kinerja mekanik.

Bahkan, dalam artikel tersebut, para peneliti melaporkan elektroda superkapasitor dengan efisiensi multifungsi tertinggi (sampai saat ini) (metrik yang mengevaluasi ba­han multifungsi berdasarkan kinerja mekanik dan elektrokimiawi) untuk elektroda berbasis graphene.

Penelitian ini mengarah pada teknik yang sama sekali baru dari elektroda struktural, yang membuka pintu bagi pengembangan kendara­an listrik dan pesawat terbang yang lebih ringan.

Sementara pekerjaan ini sebagian besar berfokus pada superkapasi­tor, Lutkenhaus berharap untuk menerjemahkan penelitian menjadi baterai yang kuat dan kaku.(koran-jakarta.com)