Para ahli dari Jerman, Cina, dan Denmark berhasil mengembangkan robot berukuran nanometer yang untuk pertama kalinya bisa mengebor bola mata tanpa merusak. Kemampuan ini dapat digunakan untuk mengirimkan obat secara presisi dengan tingkat invasi seminimal mungkin.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, menggambarkan alat berbentuk baling-baling, yang ukurannya 200 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia dan bahkan lebih kecil dari lebar bakteri.

Dengan lapisan yang licin, alat ini dapat bergerak tanpa hambatan melalui jaringan padat di mata.

“Kami menerapkan lapisan cair yang ditemukan pada tanaman pitcher karnivora, yang memiliki permukaan licin pada peristome untuk menangkap serangga,” kata penulis pertama studi tersebut Wu Zhiguang di Institut Max Planck Intelligent Systems yang berbasis di Jerman.

“Ini seperti lapisan Teflon penggorengan. Lapisan licin ini sangat penting untuk propulsi efisien robot kami di dalam mata, karena meminimalkan adhesi antara jaringan protein biologis di vitreous dan permukaan nano-robot, “kata Wu.

Para peneliti menguji baling-baling nano mereka di mata babi yang dibedah. Mereka menyuntikkan puluhan ribu robot heliks berukuran bakteri ke dalam vitreous humor mata.

Dengan bantuan medan magnet di sekitarnya yang memutar baling-baling nano, robot berenang ke arah retina.

“Kami ingin dapat menggunakan baling-baling nano kami sebagai alat dalam perawatan minimal invasif dari semua jenis penyakit, di mana area bermasalah sulit dijangkau dan dikelilingi oleh jaringan padat,” kata Qiu Tian, salah satu peneliti Max Planck.

Universitas Stuttgart, Institut Max Planck untuk Penelitian Medis di Heidelberg, Institut Teknologi Harbin di China, Universitas Aarhus di Denmark dan Rumah Sakit Mata dari Universitas Tubingen berkontribusi dalam penelitian ini.(gatra.com)