Peluncuran Seri Webinar Inspirasi Ilmuwan: Membumbui Dunia dengan Sumber Daya Alam Nano Indonesia

Sadarkah Anda akan kekayaan alam Indonesia yang sangat berlimpah? Pada kenyataannya, Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan keragaman alam tertinggi – bahkan dapat dikatakan ter-wahid soal kekayaan laut. Lantas, bagaimana cara merealisasikan potensi ini untuk mendukung perkembangan ekonomi Indonesia?

            Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Masyarakat Nano Indonesia Bersama Nano Center Indonesia telah meluncurkan serangkaian webinar Inspirasi Ilmuwan sebagai sarana diskusi dan inspirasi bagi berbagai kalangan. Dimulai pada Selasa (19/05) lalu, seri pertama webinar ini mengangkat tema “Bincang-bincang Seputar Nanoteknologi”. Dengan mengundang dua pakar Nanoteknologi, Prof. Dr. Nurul Taufiqurrochman, M.Eng, Ph.D dan Dr. Setyo Purwanto, M.Eng, diskusi ini berusaha mengangkat nanoteknologi sebagai teknologi yang dapat memaksimalkan potensi sumber daya alam Indonesia.

Nanoteknologi sebagai Lokomotif Perekonomian Indonesia di Masa Depan

            Nanoteknologi pada dasarnya merupakan suatu ilmu yang mempelajari sifat material, obyek, dan fenomena alam yg terjadi dalam ukuran <100 nanometer (1 nanometer = 1 x 10-6). Karena ukurannya yang sangat kecil, tentunya ia tak kasat mata. Namun ia menjadi topik yang banyak dibicarakan dan mulai diteliti di Indonesia. “Karena pada dasarnya, kita bisa menggunakan teknologi ini untuk menambah nilai guna sumber daya alam kita.”, papar Prof. Dr. Nurul Taufiqurrochman dalam paparannya.

            Ada fakta menggelitik yang beliau ungkap soal hal ini – Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam berlimpah telah lama menjadi eksportir bahan mentah bagi negara asing. Tanpa pengolahan sama sekali, tak ayal harga yang dipatok cukup murah. Mirisnya, hasil pengolahan dari bahan mentah nan murah tersebut dijual kembali ke pasar Indonesia dengan harga yang tinggi, bisa mencapai 10-100x lipat dari harga beli. Memang, negara asing merupakan penguasa utama industri pengolahan bahan mentah. Coba saja lihat produk sehari-hari yang beredar di pasaran – kebanyakan merupakan produksi asing menggunakan bahan asli Indonesia.

            “Padahal, kalau saja Indonesia mau mengolah sumber daya alam yang dimilikinya – dengan teknologi nano – kita bisa meningkatkan nilai material secara signifikan”, pungkas pakar yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI ini. Beliau memperkuat pernyataan ini dengan beberapa contoh, misalnya kunyit. Rempah yang dijual di pasar dengan harga relatif murah (~Rp 2.000,00) bisa dibuat menjadi nanopartikel untuk bahan obat maupun kosmetik yang dipatok di kisaran Rp 1.000.000,00. Tentu ini merupakan peluang emas – apalagi dengan nanoteknologi, kita tidak perlu produksi banyak bahan untuk bisa berbisnis. Hal ini menilik fakta bahwa zat aktif beruapa nanopartikel umumnya hanya digunakan dalam jumlah kecil dalam produk.

            Beliau juga menambahkan kelebihan lain dari Nanoteknologi bagi bangsa Indonesia, terkait dengan investasi dan market domestik. “Kalau kita fokus mengembangkan teknologi elektronik, rasanya kita udah ketinggalan jauh. Apalagi, teknologi semacam itu butuh investasi yang tak sedikit. Tapi kita bisa membuat produk nano dengan investasi yang relatif lebih rendah dan bahan baku yang tersedia berlimpah disini”, ungkap Prof. Dr. Nurul Taufiqurrochman. Tak heran, beliau menganggap bahwa teknologi ini dapat menjadi lokomotif bagi negara Indonesia untuk memajukan perekonomiannya – menjadi bumbu dari Indonesia bagi dunia.

            Namun, tentu jalan menuju masa depan tersebut tidaklah tanpa rintangan. Indonesia masih memiliki beberapa pekerjaan rumah untuk melakukan hal ini – perlunya peningkatan kemampuan pengolahan bahan baku serta memperbaiki kebijakan nasional untuk mendukung percepatan nanoteknologi. Selain itu, di segi hulu juga perlu dilakukan penguatan berupa peningkatan teknologi pascapanen untuk menjaga kualitas bahan baku.

Nanoteknologi yang Tepat bagi Indonesia: Nanoteknologi Hijau (Green Nanotechnology)

            Dengan segala potensi pengembangaan nanoteknologi di Indonesia, lantas dimana kah posisi kita dalam fase perkembangan teknologi tersebut? “Indonesia berada di fase peralihan antara fase awal berupa passive nanotechnology (generasi awal nanoteknologi berupa nanostruktur sederhana dan pasif) dan active nanotechnology (generasi kedua nanoteknologi berupa bahan aktif)”, jelas Dr. Setyo Purwanto dalam sesi pemaparannya.

            Terkait posisi ini, Indonesia sebenarnya punya peluang untuk mengembangkan nanoteknologi hybrid yang mengkombinasikan passive dan active nanotechnology. Teknologi hybrid ini merupakan teknologi yang kini sedang banyak dikembangkan di luar sana – termasuk di Eropa. “Menariknya, sebuah laporan yang dipublikasikan oleh institusi penelitian teknologi nano di Eropa mulai melirik bahan alam Indonesia sebagai sumber zat aktif”, ungkap Dr. Setyo.

            Di antara sekian contoh teknologi nano hybrid, Indonesia punya peluang untuk bermain di ranah Green Nanotechnology. Kental dengan unsur teknologi yang berkesinambungan, tiga hal utama dalam ranah tersebut pada dasarnya bisa dicapai oleh Indonesia: ketersediaan bahan lokal yang beretika, ramah lingkungan, serta efektivitas biaya. Terkait hal tersebut, Dr. Setyo menekankan optimisasi agar suatu saat teknologi ini bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Seri Webinar Inspirasi Ilmuwan

            Mengusung format talkshow dan seminar, Prof. Dr. Nurul Taufiqurrochman, M.Eng, Ph.D berharap bahwa webinar ini bisa menjadi wadah untuk menjalin sinergi antara berbagai kalangan dunia sains dan teknologi. Lebih jauh, sarana edukasi ini juga diharapkan bisa menjadi langkah untuk menumbuhkan bibit-bibit generasi penerus nanoteknologi di Indonesia. Harapan ini nampaknya terwujud – sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan seperti praktisi, dosen, mahasiswa, bahkan masyarakat umum mendaftarkan diri untuk menyaksikan webinar ini.

            Ke depannya, webinar yang rencananya dilaksanakan rutin tiap Selasa dan Kamis ini akan menghadirkan pakar dari berbagai bidang untuk membahas topik inspiratif dalam dunia sains dan teknologi – khususnya teknologi nano.Bagi Anda yang memiliki pertanyaan terkait webinar maupun terkait nanoteknologi secara umum, Anda dapat menghubungi Nano Center Indonesia – kami siap berdiskusi dengan Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *