Teknologi laser canggih ini diciptakan oleh ContinUse Biometrics. Dilansir dari Daily Mail, laser inovatif ini dapat digunakan pengguna untuk memonitor kesehatan pasien (atau dirinya sendiri), termasuk sejumlah fungsi tubuh dan pernapasan dari jarak satu meter.

Teknologi nano yang dikembangkan oleh ContinUse Biometrics ini bahkan bisa melakukan pemantauan kesehatan, dengan sensor yang dapat menembus pakaian. Biasanya alat-alat medis yang memonitor kesehatan perlu dihubungkan langsung ke tubuh pasien terlebih dahulu, baru data dapat terbaca.

Nah, teknologi laser ini dapat mengukur respirasi, aktivitas paru-paru, temperatur, tekanan darah, kecepatan nadi, glukosa, kadar alkohol, dan bahkan aktivitas otot.

Semuanya dapat dilakukan dengan mudah, tanpa si pasen perlu menyalakan lampu, mengubah posisi, atau bahkan membuka pakaian.

“Sensor kami terdiri dari sebuah kamera dengan optik spesial dan laser. Mereka dapat dihubungkan ke berbagai perangkat konsumen jenis apa pun, seperti ke ponsel atau TV.” Kata Profesor Zeev Zalevsky selaku Chief Technology Officer ContinUse Biometrics.

ContinUse Biometrics mengunakan metode optik unik (dan telah dipatenkan) untuk menangkap getaran nano yang dihasilkan oleh pergerakan organ internal, kimia serta molekul tubuh manusia. Teknologi ini dibuat untuk memonitor pasien rumah sakit, atau pasien penyakit kronis rawat jalan yang kesehatannya perlu dipantau dengan mendetail.

Teknologi ini akan sangat berguna bagi mereka yang memiliki penyakit kardiovaskular (semua jenis penyakit yang berhubungan dengan jantung atau pembuluh darah), dan diabetes.

CEO Asher Polani mengaku bahwa teknologi ini akan membuat harga layanan kesehatan menjadi lebih murah, dan dapat dijangkau oleh semua orang.

“Menyediakan layanan preventif seperti ini akan meningkatkan kualitas hidup dan dapat menyelamatkan nyawa pasien.”

ContinUse Biometrics berbasis di Israel, Spanyol dan Silicon Valley Amerika Serikat. Menurut Polani, sensor laser yang mereka kembangkan sangat mudah untuk digunakan, tidak mengganggu keseharian si pasien, dan ketepatan pengukurannya juga tidak akan terpengaruh oleh lingkungan si pasien.(sumber.com)