Jutaan implan gigi terpasang setiap tahunnya. Implan ini kerap harus diganti karena masalah seperti infeksi jaringan yang disebabkan oleh bakteri. Teknologi untuk mencegah infeksi pada implan sendiri terus berkembang, termasuk lapisan implan plasma menggunakan ion perak.

Untuk menurunkan risiko infeksi dan meningkatkan efektivitas implan jangka panjang, peneliti di Fraunhofer Institute for ManufacturingTechnology and Advanced Materials di Bremen, Jerman, mengembangkan lapisan implan baru.

Misalnya, dengan sistem The DentaPlas Coating yang membantu mencegah pertumbuhan bakteri, sehingga memungkinkan implan benar-benar menempel membentuk ikatan lebih kuat, cepat, dan permanen dengan tulang rahang.

“Dengan DentaPlas, maka lapisan tekstur kasar, bisa mempromosikan pertumbuhan sel sehingga akan menggabungkan dengan lapisan polimer plasma hidrofilik, yang menarik uap air,” kata Dr Ingo Grunwald, manajer proyek di IFAM. Para peneliti telah mengintegrasikan nanopartikel perak ke dalam lapisan polimer plasma tipis dengan tebal hanya 100 nanometer.

Nanopartikel perak akan larut selama beberapa minggu, dan selama waktu itu mereka terus menerus melepaskan sejumlah kecil ion perak anti-mikroba, yang membunuh bakteri.

“Sistem DentaPlas terdiri dari tiga lapisan. Hal ini menguntungkan karena mencegah kontak langsung antara jaringan dan partikel perak, yang dapat menjadi racun bila terkena, “ tambah Dirk Salz. Peneliti dapat menyesuaikan konsentrasi perak serta ketebalan lapisan dan porositas mereka. Hal ini memungkinkan ion perak menembus lapisan terluar polimer plasma.

Dalam uji coba, lapisan DentaPlas juga diketahui tidak hanya anti-mikroba tetapi juga sepenuhnya biokompatibel dan sterilizable.

Para peneliti menegaskan stabilitas mekanik dan ketahanan dari lapisan DentaPlas dalam uji menggunakan tulang rahang yang lebih rendah dari babi yang diambil dari toko daging. Para peneliti sendiri menampilkan implan DentaPlas di sebuah pameran di Düsseldorf pada November tahun lalu.(koran-jakarta.com)