Beberapa jenis sampah plastik yang memasuki lautan akan mengalami pelapukan secara non biologis seperti melalui sinar uv matahari, suhu dan kekuatan abrasi lautan. Para peneliti dari tim internasional menemukan sejenis mikroba yang turut menguraikan sampah plastik tersebut setelah mengalami pelapukan dan mulai hancur menjadi bagian yang lebih kecil, di mana mekanisme biologis seperti ini dapat dimanfaatkan dalam menangani pencemaran limbah plastik.

Berbagai efek penghancur dari lingkungan mulai memecah material sampah menjadi potongan-potongan uang lebih kecil sebagai mikroplastik dan nanoplastik. Pada tahap selanjutnya diuraikan oleh bantuan mikroba.

“Degradasi abiotik lebih dulu terjadi dan merangsang biodegradasi sejak kelompok karbonil dihasilkan pada permukaan plastiknya,” para peneliti, yang dipimpin oleh insinyur lingkungan Evdokia Syranidou dari Universitas Teknik Kreta di Yunani, menjelaskan dalam makalah mereka .

“Oleh karena itu, berbagai organisme mungkin mengendap pada permukaan yang telah lapuk, menggunakannya sebagai substrat dan sebagai sumber karbon.”

 Untuk mempelajari seberapa efisien daya hancur mikroba dalam hal mengurai plastik lebih jauh, para peneliti mengumpulkan berbagai sampel berupa serpihan plastik polietilen(PE) dan polistiren (PS) alami yang diperoleh dari dua pantai di Yunani.(ikons.id)