Perangkat, kanan, ditampilkan bersama dengan topi baseball yang digunakan untuk menutupinya. FOTO UW-MADISON OLEH ALEX HOLLOWAY
Para ilmuwan telah mengembangkan teknologi yang dapat merangsang pertumbuhan rambut dengan biaya yang jauh lebih murah dan relatif aman tanpa efek samping yang berbahaya. Mereka, yang berasal dari University of Wisconsin-Madison telah mempublikasikan temuannya yang diterbitkan di jurnal ACS Nano.

“Saya pikir ini akan menjadi solusi yang sangat praktis untuk permasalahan regenerasi rambut,” kata Xudong Wang, seorang profesor ilmu dan teknik material di UW-Madison.

Didasari oleh berbagai perangkat yang dapat mengumpulkan energi dari gerakan tubuh sehari-hari, teknologi pertumbuhan rambut ini merangsang kulit dengan denyut listrik yang halus dengan frekuensi yang rendah, sehingga dapat membujuk folikel yang sudah tidak aktif lagi untuk memproduksi rambut kembali.

Perangkat ini tidak menyebabkan folikel rambut tumbuh lagi di kulit kepala yang telah halus. Namun, mengaktifkan kembali struktur penghasil rambut yang sudah tidak aktif. Berarti, cara ini dapat digunakan sebagai intervensi bagi orang-orang yang mengalami gejala kebotakan di tahap awal, tetapi tidak akan mghadiahkan rambut panjang yang tergerai kepada seseorang yang kulit kepalanya telah mengkilap selama beberapa tahun.

Karena perangkat ini ditenagai oleh pergerakan pemakainya, jadi tidak memerlukan baterai yang besar atau komponen elektronik yang rumit. Bahkan, alat ini begitu tipis sehingga bisa dipakai tanpa diketahui dengan menyembunyikannya di bawah topi.

Wang adalah pakar dunia dalam desain dan penciptaan perangkat penghasil energi. Dia telah merintis perban elektrik yang merangsang penyembuhan luka dan implan penurun berat badan yang menggunakan tenaga listrik yang lembut untuk mengelabui perut agar merasa kenyang.

Teknologi pertumbuhan rambut didasarkan pada premis yang sama: Perangkat kecil yang disebut nanogenerator secara pasif mengumpulkan energi dari gerakan sehari-hari dan kemudian mentransmisikan pulsa listrik berfrekuensi rendah terhadap kulit. Stimulasi listrik yang lembut menyebabkan folikel yang tidak aktif untuk kembali “terbangun”.

“Stimulasi listrik dapat membantu berbagai fungsi dari tubuh,” kata Wang. “Tetapi sebelum pekerjaan kami, tidak ada solusi yang benar-benar baik untuk berbagai perangkat berbentuk sederhana yang memberikan stimulasi yang lembut namun efektif.”

Karena pulsa listrik sangat halus dan tidak menembus lebih dalam dari lapisan kulit kepala yang paling luar, alat tersebut tampaknya tidak menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan. Itu keuntungan nyata dibandingkan perawatan terhadap kebotakan lainnya, seperti obat Propecia, yang membawa risiko disfungsi seksual, depresi, dan kecemasan.

Terlebih lagi, dalam pengujian yang serempak terhadap tikus yang tidak berambut, alat tersebut merangsang pertumbuhan rambut yang sama efektifnya dengan menggunakan dua senyawa berbeda yang ditemukan dalam obat kebotakan.

“Ini adalah sistem yang diaktifkan sendiri, sangat sederhana dan mudah digunakan,” kata Wang. “Energinya sangat rendah sehingga akan meminimalisir efek samping.”(ikons.id)