Para ilmuwan menggunakan skrining partikel nano pada produk perawatan pribadi dan menemukan bahan kimia beracun yang sebelumnya mungkin tidak berbahaya.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Biomicrofluidics, dari AIP Publishing, para peneliti berha­sil menggunakan microchip untuk menunjukkan titanium dioksida, bahan kimia yang ditemukan di se­bagian besar tabir surya, tidak hanya tidak beracun tetapi juga menawar­kan perlindungan terhadap kerusak­an ultraviolet pada sel-sel kulit.

Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel nano dari suatu mate­rial tidak memiliki sifat fisik, kimia, mekanik atau optik yang sama de­ngan material yang sama pada skala yang lebih besar. Ini berarti bahwa sesuatu yang mungkin tidak beracun dalam skala yang lebih besar bisa beracun pada skala yang lebih kecil dan sebaliknya.

Penulis Craig Priest mengata­kan bahan nano yang termasuk dalam produk perawatan pribadi dapat tetap berada di tubuh selama berjam-jam dan terpapar udara, kelembaban, cahaya dan panas ber­sama dengan keringat, minyak dan lilin dari kulit. Ini bisa meningkatkan atau mengurangi toksisitas.

Para penulis memilih untuk me­nyelidiki radiasi UV untuk keseder­hanaannya dan untuk potensinya untuk dimasukkan dalam studi multiparameter antara nanopartikel dan stresor eksternal, seperti sinar matahari.

Metode skrining nanotoksisitas sebelumnya sulit dan memakan waktu. Perangkat mikrofluida meng­hadirkan masa depan yang optimis untuk analisis partikel nano, mena­warkan pengurangan biaya, volume sampel kecil, kemampuan kontrol, dan reproduktifitas.

“Nanopartikel ditemukan dalam banyak produk dan sangat bervaria­si. Ukuran, bentuk, bahan, dan sifat permukaan yang tepat menentukan apakah suatu partikel aman atau berbahaya, tetapi banyaknya kombi­nasi properti berarti bahwa penyar­ingan sangat sulit,” kata Priest.

Para ilmuwan mengembangkan penelitian sebelumnya yang meng­uji proses penyaringan mikrofluida untuk bahan kimia, seperti potasi­um sianida, sikloheksimid, dan obat kemoterapi. Keuntungan utama menggunakan perangkat mikro­fluida adalah kemampuannya untuk melakukan beberapa tes menggu­nakan volume sampel kecil dalam format microchip yang ringkas.

“Hasil kami ini akan membantu mempercepat pengembangan chip skrining mikrofluida. Pada wak­tunya, dapat membentuk dasar skrining standar nanopartikel baru sebelum mereka memasuki produk atau lingkungan,” kata Priest.

Penelitian ini diharapkan dapat mempercepat pengujian toksisitas produk konsumsi pribadi, serta me­ningkatkan keamanan dan regulasi pada partikel nano.(koran-jakarta.com)