Pixabay.com

Sebuah riset baru yang berguna untuk sektor instalansi dikem­bangkan tengah ilmuwan. Riset ini dipimpin oleh seorang pe­neliti dari University of Melbourne, Kate Nguyen.

Nguyen dan timnya memimpin pengembangan yang terbilang sukses untuk material selongsong kabel yang organik, tidak mudah terbakar dan ringan.

Biasanya, pelapis pada kabel ada­lah pelapis ringan yang terbuat dari bahan komposit organik, berbasis karbon, seperti plastik. Akan tetapi bahan ini sifatnya mudah terbakar. Bahan yang tidak mudah terbakar seperti baja, ubin keramik atau be­ton jauh lebih berat dan lebih mahal untuk diproduksi dan dipasang.

Nguyen dan timnya dari bidang teknik menemukan bahwa isolasi plastik di sekitar kabel listrik meng­gunakan partikel keramik kecil yang aktif dan berinteraksi secara kimia satu sama lain akan membentuk dan menyebarkan jaringan tahan panas melalui bahan.

Dalam kemitraan dengan per­usahaan bahan konstruksi Enviro­sip, yang menugaskan penelitian tersebut, Nguyen mulai bereks­perimen dengan partikel keramik yang berbeda di tungku pengujian Universitas di Creswick, barat laut Melbourne.

Setelah beberapa tahap awal yang gagal atau salah, Nguyen memberi­kan panduan ahli dalam meru­muskan bahan yang bisa menahan panas hingga 750 derajat Celcius. “Ketika lulus tes pertama kami, saya bersemangat, tetapi bahkan setelah kelima kalinya saya masih tidak per­caya,” kata Nguyen.

Perkembangan ini terjadi setelah kebakaran Grenfell Tower 2017 di London yang menelan korban jiwa sebanyak 72 orang. Dan karena industri bangunan secara global be­kerja untuk membuat bahan kelong­song ringan yang tidak terbakar.

Bahannya sendiri ringan dan terasa seperti bubuk terkompresi. Warna abu-abu pucat, partikel keramik kecil muncul sebagai bintik-bintik gelap.

Pada suhu tinggi partikel-partikel ini bercampur dengan sisa bahan, mengubahnya menjadi warna abu-abu gelap dan menjadikannya tidak mudah terbakar.

Bahan tersebut telah diuji oleh fasilitas pengujian independen yang disetujui oleh Asosiasi Otoritas Pen­guji Nasional dan telah mencapai Standar Australia dan Internasional tentang bahan yang tidak mudah terbakar untuk konstruksi.

Envirosip dan Universitas seka­rang akan bekerja untuk mengkom­ersialkan pengembangan material dimana material ini sudah dilakukan persetujuan dari sebuah lembaga khusus di Australia yang menangani pengembangan lanjutan untuk bidang Manufaktur.

“Ketika Anda melakukan pene­litian, tidak semua ide akan ber­hasil. Untuk beralih dari sukses ke komersialisasi adalah langkah besar lainnya, tetapi kami percaya kami telah mengembangkan sesuatu yang istimewa yang akan signifikan bagi industri,” katanya.(koran-jakarta.com)