Rumah ini tentunya tidak bisa disewa atau dibeli. Dilansir dari Daily Mail, rumah buatan peneliti asal Perancis ini diciptakan dengan sistem nanorobotik baru di atas sebuah serat optik yang sangat tipis, setipis rambut manusia, dengan ketebalan 75 micron. Lebarnya 20 mikrometer, dengan detail rumah yang sangat akurat meliputi pintu depan, jendela dan atap genteng.

Hasil karya tim peneliti Perancis dari Femto-ST Institute ini dimuat dalam Journal of Vacuum Science & Technology A.

Sistem nanorobotik yang peneliti gunakan disebut dengan μRobotex. μRobotex menggunakan kombinasi dari sejumlah teknologi, termasuk robot kecil yang dapat dimanuver, sinar ion terfokus dan perangkan injeksi gas.

Rumah terkecil di dunia yang dibuat dengan sinar ion via dailymail.co.uk
                                                          Rumah terkecil di dunia yang dibuat dengan sinar ion via dailymail.co.uk

Untuk membuat rumah mikro ini, peneliti menggunakan origami dan teknologi robotik yang ketepatannya hingga mencapai ukuran nanometer. Mereka dapat menggunting, mengukir, melipat, menyusun lalu mengelas membran silica tipis di atas potongan serat optik, atau memproduksi struktur miko dan nano, untuk membuat rumah mikro.

Proses pembuatan rumah mikro ini hampir mirip dengan proses pembuatan dadu raksasa dari potongan kertas.

“Dengan kemajuan teknologi ini, fiber optik setipis rambut manusia dapat dimasukkan ke dalam lokasi yang tak terjangkau seperti mesin jet dan pembuluh darah untuk mendeteksi level radiasi atau molekul viral.”

Sinar ion berperan sebagai gunting yang dapat melacak dan menggunting bentuk rumah. Dinding-dinding rumah dilipat melalui proses yang disebut dengan “sputtering”, di mana membran material tipis seperti logam dan polimer dilipat seperti origami. Lalu, sistem injeksi gas menempelkan pinggiran struktur-struktur tersebut.

Teknologi robot ini dapat beroperasi dengan tingkat akurasi ultra tinggi, hingga sekecil 2 nanometer. Pistol ion digunakan untuk menembakkan ion ke atas serat.

Jean-Yves Rauch, salah satu peneliti, menyebutkan bahwa tantangan terbesar dalam membuat rumah mikro ini adalah dalam mengontrol robot dengan akurasi tinggi. Sejumlah langkah telah diotomasi, namun peneliti berharap agar keseluruhan proses dibuat menjadi otomatis.

Dan ternyata Kawan Sumber, teknologi nano ini dikembangkan ternyata bukan hanya sekadar untuk membuat rumah seperti ini saja. Ada banyak kegunaan lainnya dari teknologi nanorobotik.(sumber.com)