Karet silikon ialah suatu elastomer (bahan seperti-karet) yang tersusun dari silicon, polimer itu sendiri, mengandung silikon bersama dengan karbon, hidrogen, dan oksigen. Karet silikon digunakan secara luas dalam industri, dan ada banyak formulasinya.

Karet silikon sering kali (satu atau dua bagian polimer) mungkin mengandung bahan pengisi untuk memperbaiki sifat-sifat atau mengurangi biaya. Karet silikon secara umum non-reaktif, stabil, dan tahan terhadap lingkungan dan suhu ekstrim dari −55 °C sampai +300 °C sambil masih mempertahankan sifat-sifatnya yang berguna.

Karena sifat-sifat tersebut dan mudahnya fabrikasi dan pembentukan, karet silikon dapat ditemukan luas dalam berbagai produk, termasuk aplikasi otomotif; produk-produk memasak, pembakaran, dan penyimanan makanan. Ada juga pakaian seperti pakaian dalam, pakaian olah raga, dan alas kaki. Untuk elektronik, untuk perangkat medis dan implan dan perangkat keras dengan produk-produk seperti lem silikon.

Selama fabrikasi, panas mungkin diperlukan untuk vulkanisasi silikon menjadi berbentuk seperti karet. Ini biasanya dilakukan dalam dua tahapan proses pada titik manufakturnya menjadi bentuk yang diinginkan, dan kemudian dalam proses pasca-perawatan yang diperpanjang.

Komponen elektronik yang fleksibel secara signifikan dapat meningkatkan implan medis. Namun, atom emas elektrokonduktif biasanya sulit mengikat silikon. Para peneliti kini telah mampu memodifikasi silikon rantai pendek dengan membangun ikatan yang kuat dengan atom emas.

Elektroda ultra-tipis dan compliant sangat penting untuk komponen elektronik fleksibel. Ketika datang ke implan medis, tantangannya terletak pada pemilihan bahan, yakni bahan harus biokompatibel.

Silikon sangat menjanjikan untuk diterapkan di tubuh manusia karena mereka menyerupai jaringan manusia di sekitarnya dalam hal elastisitas dan ketahanan. Emas juga memiliki konduktivitas listrik yang sangat baik tetapi hanya mengikat dengan lemah pada silikon, yang menghasilkan struktur yang tidak stabil.

Sebuah tim penelitian interdisipliner dari Pusat Sains Biomaterial dan Departemen Kimia di University of Basel telah mengembangkan prosedur yang memungkinkan mengikat atom emas tunggal ke ujung rantai polimer.

Prosedur ini memungkinkan untuk membentuk film emas dua dimensi yang stabil dan homogen pada membran silikon. Sehingga untuk pertama kalinya, lapisan konduktif ultra-tipis pada karet silikon dapat dibangun.

Otot buatan dielektrik ini secara bersamaan berfungsi sebagai sensor tekanan dan sangat mungkin, di masa depan, bahkan dapat digunakan untuk memanen energi listrik dari gerakan tubuh. Untuk tujuan ini, membran silikon terjepit di antara elektroda. Silikon yang relatif lunak kemudian berubah bentuk sesuai dengan tegangan yang diberikan.

Sejauh ini, membran silikon memiliki ketebalan beberapa mikrometer dan membutuhkan tegangan tinggi untuk mencapai strain yang diinginkan. Ini membran silikon nanometer-tipis baru dengan elektroda emas ultra-tipis memungkinkan operasi melalui baterai konvensional.

Untuk membawa produk semacam itu ke pasar, biaya produksi harus dikurangi secara drastis. Namun, Dr. Tino Töpper, penulis utama dalam studi ini, optimis teknologi ini bisa dibawa ke pasar.

“Kontrol eksperimental sempurna selama proses fabrikasi struktur nanometer-tipis adalah dasar yang kuat untuk stabilitas jangka panjang dan itu menjadi prasyarat kunci untuk aplikasi medis,” kata Topper.(koran-jakarta.com)