Ada yang menarik dari riset terbaru dari ilmuwan Taiwan, yakni aplikasi teknologi mirip mata ngengat untuk antirefleksi layar smartphone. Selama ini, biarpun disebut smart, ponsel pintar sama sekali tak berdaya ketika dipakai di bawah terik matahari.

Layarnya mendadak gelap. Dia pun kehilangan kecerdasannya. Hal itu wajar karena cahaya terefleksi dari layar. Namun ketidaknyamanan itu tinggal cerita. Ilmuwan gabungan dari National Taiwan University dan National Dong Hwa University, Taiwan, serta University of Central Florida, Amerika Serikat, kini tengah mengembangkan kaca film dengan struktur yang mirip mata ngengat.

Mata serangga dari ordo Lepidoptera ini memang canggih. Mereka bisa melihat dalam gelap. Film anti-refleksi dengan struktur mirip mata ngengat tersebut bisa secara signifikan mengurangi silau layar saat di bawah tempat yang terik. Studi ini dipimpin oleh Guanjung Tan dan Shin-Tson Wu, pakar optik dan fisika cahaya, dari University of Central Florida.

“Film ini bisa mereduksi refleksi cahaya langit cerah hingga 10 kali lipat dan saat terik hingga lima kali,” demikian penjelasan tim dalam jurnal. Selain anti-refleksi, menurut mereka, film yang diilhami oleh cara kerja alam ini juga bisa berguna sebagai antigores dan antidebu. Soal biaya produksinya, meski tak menyebut angka, Tan menyebutnya tidaklah mahal.

Tan, Wu, dan tim terinspirasi setelah mendengar istilah “efek mata ngengat”. Istilah ini mengacu pada pola unik dari struktur nano anti-refleksi di permukaan luar kornea mata ngengat. Struktur nano tersebut memungkinkan cahaya masuk ke mata tapi tidak memantulkannya. Hal ini membantu ngengat melihat dalam gelap, tapi mencegah mata mereka memantulkan cahaya yang bisa mengundang predator.

Sebelumnya, pernah ada studi yang juga terinspirasi oleh “efek mata ngengat”. Tim tersebut membuat sel surya dengan permukaan berstruktur nano untuk mengurangi jumlah sinar matahari yang dipantulkan panel. Selain biaya produksi yang murah, tentunya, ini membantu meningkatkan efisiensi pemrosesan cahaya menjadi energi listrik.

Adapun Wu dan Tan mencoba membuat film yang bisa mengurangi refleksi cahaya pada layar smartphone. Selama ini, teknologi layar ponsel pintar dan laptop yang bisa beradaptasi dengan lingkungan memang sudah banyak.

Caranya, kalau tidak cahaya layar yang dikurangi, ya tingkat kecerahannya dinaikkan. Namun cara tersebut menghabiskan baterai perangkat. Dengan lapisan ini, menurut tim dalam jurnal, jumlah daya gawai tidak terpengaruh. “Film ini nanti bisa menjadi film anti-refleksi atau bisa terintegrasi dengan layar,” kata Wu, seperti dikutip dari laman berita Live Science.

Wu menjelaskan, untuk membuat film tersebut, tim membuat cetakan menggunakan bidang nano. Kemudian, mereka mencetaknya pada permukaan kaca dan dirangkai dengan baik ke dalam lapisan yang rapat. Tim kemudian menggunakan cetakan template untuk menekan pola mata ngengat tersebut ke dalam film.

Menurut Wu, perakitan film ini dalam skala industri akan mudah dilakukan. “Hanya perlu buat cetakan skala besar,” kata dia. Namun, untuk sampai ke sana, Wu dan tim masih harus memperbaiki terus daya tahan film, serta menemukan keseimbangan antara fleksibilitas dan kekerasan yang tepat.

Yang membuat Tan, Wu, dan tim sangat bersemangat untuk melanjutkan studi ini adalah lapisan film yang fleksibel dan tipis. Jadi, nantinya, bukan tidak mungkin layar mata ngengat ini bisa digunakan di televisi masa depan yang bisa ditekuk maupun dilipat.(tekno.tempo.co)