Pencegahan dan pengendali­an pencemaran bakteri pada produk segar sangat penting untuk memastikan keamanan pa­ngan. Strategi yang digunakan saat ini adalah dengan mencuci produk segar dalam air yang mengandung klorin. Meski demikian ada ke­butuhan mendesak untuk meng­identifikasi antimikroba alternatif, terutama yang berasal dari alam, untuk kondisi ini.

Sebuah tim peneliti di Wayne State University telah menjelajahi antimikroba alami, aman dan al­ternatif untuk mengurangi konta­minasi bakteri. Tanaman minyak esensial seperti thyme, oregano, dan cengkih yang dikenal memiliki efek antimikroba yang kuat, namun saat ini penggunaannya masih terbatas karena kelarutannya yang rendah dalam air.

Tim yang dipimpin oleh Yifan Zhang, Ph.D., asisten profesor nutrisi dan ilmu makanan di WSU, men­jelajahi cara untuk merumuskan nanoemulsions minyak untuk me­ningkatkan kelarutan dan stabilitas minyak esensial untuk meningkatkan aktivitas antimikroba mereka.

“Sebagian besar penelitian ten­tang khasiat antimikroba dari mi­nyak atsiri telah dilakukan dengan menggunakan produk yang dibuat dengan mencampur minyak dalam air atau fosfat buffered saline,” kata Zhang.

“Namun, karena sifat hidrofo­bik dari minyak esensial, senyawa organik dari produk dapat meng­ganggu mengurangi efek sani­tasi atau durasi efektivitas minyak esensial. Tim kami berangkat untuk menemukan pendekatan baru un­tuk menghambat bakteri ini dengan penggunaan minyak oregano, salah satu minyak esensial paling efek­tif dengan efek antimikroba,” kata Zhang.

Dalam penelitiannya, Zhang dan rekannya menemukan bahwa mi­nyak oregano mampu menghambat bakteri bawaan makanan umum, seperti E. coli O157, Salmonella dan Listeria, di selada segar yang terkontaminasi. Timnya kini tengah menjelajahi kemungkinan sistem nanodelivery untuk minyak.

Tim awalnya menggunakan nanopartikel polimer padat untuk pengiriman minyak, tapi kemudian beralih menggunakan nanoemul­sions. “ Penggunaan nanoemulsions akan meningkatkan laju pelepasan dibandingkan dengan nanoformula­tions. Kami mampu mengurangi L. Monocytogenes, S. Typhimurium, dan E. Coli O157 pada selada segar,” tambah Zhang.

Zhang menambahkan, untuk se­mentara masih ada pekerjaan yang harus dilakukan oleh timnya. Meski demikian penelitian mereka ini me­nunjukkan janji untuk penggunaan nanoemulsions minyak esensial se­bagai alternatif alami untuk kontrol keamanan produksi.

“Penelitian masa depan kami bertujuan untuk menyelidiki efek antimikroba dari nanoemulsions minyak esensial dalam berbagai kombinasi, serta merumuskan proporsi terbaik dari masing-masing bahan yang diperlukan untuk apli­kasi makanan, yang pada akhirnya akan membantu dalam menjaga rasa produk,” tambah Zhang.(koran-jakarta.com)